RRQ Juara Delta Force Pan-Pacific Warfare Cup, Kalahkan Toxido

kabargaming.com – Tim Delta Force Indonesia, RRQ menorehkan prestasi gemilang dengan meraih gelar juara pada ajang turnamen Pan-Pacific Warfare Cup 2026 versi PC. Grand final yang berlangsung sengit pada 19 April 2026 tersebut menunjukkan dominasi tim RRQ yang berhasil menundukkan wakil Thailand, Toxido, dengan skor tipis 2-1.

Kemenangan ini tentu saja menegaskan bahwa tim RRQ di skena kompetitif Delta Force tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya pada agenda sebelumnya juga telah menyabet gelar Delta Force National Championship Indonesia Season 1 dan Season 2.

Di fase sebelumnya, RRQ tampil dominan saat menghadapi SP1 dari Thailand dengan kemenangan telak 4-0. Performa tersebut menjadi sinyal kuat bahwa RRQ datang sebagai salah satu kandidat juara.

Perjalanan Menuju Puncak

RRQ 7SINS Menjadi Juara Delta Force National Championship S1 -  Kabargaming.com

Turnamen Pan-Pacific Warfare Cup 2026 merupakan ajang perdana berskala besar untuk Delta Force sejak peluncuran globalnya yang fenomenal. Mempertemukan tim-tim elit dari wilayah Asia-Pasifik, turnamen ini menjadi tolak ukur standar strategi dan mekanik permainan tingkat tinggi.

RRQ tampil dominan sejak fase grup, namun tantangan sesungguhnya hadir di babak playoff. RRQ harus memutar otak untuk mematahkan dominasi Toxido—tim berjuluk ‘The Silent Assassins’ yang memiliki akurasi aim nyaris sempurna dan rotasi sangat disiplin.

Di sisi lain, Toxido bukan lawan sembarangan. Mereka datang dengan status juara dunia setelah menjuarai Delta Force Invitational tahun lalu di Vietnam. Hal ini membuat partai final menjadi salah satu pertandingan dengan intensitas tinggi sekaligus memperlihatkan kualitas kompetisi regional yang semakin berkembang.

Map 1: Kejatuhan di ‘Zero Dam’

Memasuki map pertama pilihan Toxido, RRQ tampak kesulitan meredam agresi lawan. Toxido yang bermain sebagai sisi penyerang (Attacking) berhasil mengeksploitasi celah di lini pertahanan RRQ dengan koordinasi smoke dan flash yang sangat rapi. Meskipun sang bintang RRQ, “Hexa”, sempat memberikan perlawanan dengan beberapa clutch penting, Toxido menutup gim pertama dengan skor telak 13-7. Mental RRQ diuji di sini.

Map 2: Momentum Balik di ‘Ascent Peak’

Berpindah ke map pilihan sendiri, RRQ menunjukkan mengapa mereka disebut sebagai “Raja”. Strategi yang diterapkan pelatih tampak berubah total. RRQ bermain lebih lambat, mengandalkan intel dari operator recon mereka untuk memetakan posisi Toxido.

Puncaknya terjadi pada ronde ke-15, di mana RRQ berhasil melakukan retake situs A yang mustahil. Dengan koordinasi tim yang apik, mereka menyamakan kedudukan lewat kemenangan 13-10. Skor menjadi 1-1, memaksa pertandingan berlanjut ke map penentu.

Map 3: Penentuan di ‘Karkand Remastered’

Map terakhir menjadi saksi bisu ketegangan tingkat tinggi. Kedua tim saling kejar-mengejar angka. Toxido sempat unggul 11-9 dan hanya butuh dua poin lagi untuk mengunci gelar juara. Namun, di saat kritis itulah kedewasaan bermain RRQ muncul.

Eksekusi taktis yang dipimpin oleh sang kapten, “Valour”, berhasil mematahkan serangan Toxido secara berturut-turut. RRQ menyapu bersih empat ronde terakhir tanpa balas, mengakhiri laga dengan skor 13-11. RRQ resmi keluar sebagai juara.

Keberhasilan RRQ kali ini bukan hanya tentang trofi dan hadiah uang tunai. Melalui kemenangan tersebut, RRQ mendapatkan tiket untuk mewakili Indonesia dalam ajang Pan-Pacific Warfare Cup.

Iklan HTML