Siapa Itu Tsumiki Fushiguro dalam Jujutsu Kaisen?

kabargaming.com – Dalam semesta Jujutsu Kaisen, nama Tsumiki Fushiguro awalnya tidak terlalu sering muncul. Namun, perannya justru menjadi kunci besar dalam konflik Culling Game. Tsumiki adalah kakak tiri dari Megumi Fushiguro, seorang penyihir Jujutsu berbakat yang memiliki teknik Ten Shadows. Sejak kecil, Tsumiki tampil sebagai sosok lembut, penyayang, dan selalu berusaha hidup benar meskipun lingkungan sekitarnya keras.

Berbeda dengan Megumi yang terjun langsung ke dunia kutukan dan pertarungan, Tsumiki menjalani kehidupan normal sebagai siswi SMA. Ia tidak memiliki ambisi menjadi penyihir. Namun, takdir justru menyeretnya ke dalam permainan mematikan yang dirancang oleh Kenjaku.

Awal Mula Tsumiki Terlibat dalam Culling Game

Sebelum Culling Game dimulai, Tsumiki menjadi korban kutukan misterius. Ia tiba-tiba jatuh koma akibat teknik terlarang yang berkaitan dengan eksperimen Kenjaku. Peristiwa ini mengguncang Megumi secara emosional. Ia merasa gagal melindungi satu-satunya keluarga yang benar-benar peduli padanya.

Kenjaku merancang Culling Game sebagai ritual besar untuk mengembangkan energi kutukan manusia dan memaksa evolusi penyihir. Ia menandai ribuan orang biasa, termasuk Tsumiki, sebagai calon peserta. Dengan kata lain, Tsumiki tidak memilih masuk ke dalam permainan—ia dipaksa menjadi pion dalam skema besar tersebut.

Ketika Culling Game resmi dimulai, Tsumiki otomatis terdaftar sebagai pemain. Aturan permainan mewajibkan setiap peserta untuk mendapatkan poin dengan mengalahkan pemain lain. Jika mereka tidak berpartisipasi dalam waktu tertentu, teknik kutukan akan membunuh mereka. Situasi ini membuat Megumi berada dalam dilema berat: menyelamatkan kakaknya berarti ia harus ikut serta dalam permainan brutal tersebut.

Motivasi Megumi: Menyelamatkan Tsumiki

Megumi tidak pernah menjadi sosok yang emosional secara terbuka. Namun, demi Tsumiki, ia menunjukkan sisi tekad yang berbeda. Ia bergabung dalam Culling Game dengan tujuan jelas: mengumpulkan poin dan mengubah aturan permainan agar Tsumiki bisa keluar dengan selamat.

Jujutsu Kaisen: What We Know About Megumi's Sister, Tsumiki - ComicBook.com

Di sisi lain, Yuji Itadori juga mendukung keputusan tersebut. Yuji memahami betapa berharganya keluarga bagi Megumi. Mereka pun membagi wilayah koloni Culling Game untuk mempercepat pengumpulan poin.

Keputusan Megumi menunjukkan bahwa Tsumiki bukan sekadar karakter latar. Ia menjadi alasan utama yang mendorong Megumi mengambil risiko ekstrem. Tanpa Tsumiki, Megumi mungkin tidak akan terlibat sedalam itu dalam konflik Culling Game.

Fakta Mengejutkan tentang Tsumiki

Saat pembaca dan penonton berharap Tsumiki akhirnya sadar dan bisa diselamatkan, cerita justru mengambil arah yang gelap. Terungkap bahwa tubuh Tsumiki telah menjadi wadah bagi penyihir kuno bernama Yorozu.

Yorozu merupakan penyihir dari era Heian yang dibangkitkan kembali melalui sistem Culling Game. Ia memanfaatkan tubuh Tsumiki sebagai inkarnasi baru. Fakta ini menghancurkan harapan Megumi. Selama ini, ia berjuang keras demi menyelamatkan kakaknya, tetapi kenyataannya Tsumiki sudah tidak sepenuhnya menjadi dirinya sendiri.

Konflik ini memperlihatkan betapa kejamnya strategi Kenjaku. Ia tidak hanya menciptakan pertarungan antar penyihir, tetapi juga menghancurkan hubungan personal para karakter. Tsumiki berubah dari simbol harapan menjadi tragedi emosional terbesar dalam hidup Megumi.

Dampak Emosional dalam Alur Culling Game

Keterlibatan Tsumiki memperdalam tema pengorbanan dan kehilangan dalam Jujutsu Kaisen. Cerita tidak hanya menampilkan pertarungan spektakuler, tetapi juga tekanan psikologis yang berat. Megumi menghadapi kenyataan pahit bahwa ia mungkin harus melawan orang yang paling ingin ia lindungi.

Situasi ini membuka celah bagi manipulasi lebih lanjut. Ketika kondisi mental Megumi melemah, ancaman dari Ryomen Sukuna semakin terasa. Sukuna selalu menunggu momen ketika tekad Megumi runtuh. Tragedi Tsumiki menjadi titik kritis yang mengubah arah cerita secara drastis.

Dengan demikian, peran Tsumiki bukan sekadar “peserta tambahan” dalam Culling Game. Ia menjadi katalisator peristiwa besar yang memengaruhi keseimbangan kekuatan di dunia Jujutsu.

Makna Karakter Tsumiki dalam Cerita

Tsumiki merepresentasikan orang biasa yang terjebak dalam konflik para penyihir. Ia tidak memiliki ambisi, dendam, atau kekuatan besar. Namun, keberadaannya memicu rangkaian keputusan penting.

Melalui karakter ini, cerita menegaskan bahwa Culling Game bukan sekadar ajang pertarungan, melainkan eksperimen sosial brutal. Orang-orang yang tidak bersalah ikut menjadi korban. Megumi berjuang bukan demi kejayaan atau kekuatan, melainkan demi satu orang yang selalu percaya bahwa ia bisa menjadi pribadi lebih baik.

Keterlibatan Tsumiki Fushiguro dalam Culling Game membawa dampak besar terhadap perkembangan cerita Jujutsu Kaisen. Ia menjadi alasan utama Megumi terjun ke medan perang, sekaligus menjadi tragedi yang mengguncang mentalnya. Fakta bahwa tubuhnya digunakan oleh Yorozu menambah lapisan konflik emosional yang mendalam.

Melalui Tsumiki, cerita menunjukkan bahwa dalam dunia Jujutsu, tidak semua pertarungan terjadi karena ambisi pribadi. Beberapa pertarungan lahir dari keinginan sederhana: menyelamatkan orang yang kita sayangi. Namun, di tengah permainan kejam seperti Culling Game, bahkan niat paling tulus pun bisa berakhir dengan kehancuran.

Iklan HTML